PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka | Pusat

31
Ju
Solid Gold | Ketika Bandung Diacak-acak Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
31.07.2017 16:54

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Mengikuti keseharian Bandung saat ini, boleh jadi kita lupa bahwa di kota itu Belanda lewat Angkatan Perang Ratu Adil (APRA),pernah menumpahkan darah.

Darah para pahlawan, yg menyuburkan kota itu hingga berdetak seramai saat ini.

Sejarawan Hendijo pernah menuliskan satu sisi lain peristiwa itu.

Senin, 23 Januari 1950. Bandung baru saja memasuki pagi ketika hampir satu batalion (500-800 prajurit) tentara gabungan KNIL-KL (tentara Belanda bertumpukan kekuatan warga lokal/Belanda ireng) bersenjata lengkap merangsek ke sudut-sudut strategis kota.

Mereka yg menamakan diri sbg APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) ini langsung stelling (membentuk posisi tempur) & menyergap beberapa personel TNI yg tengah bersiap-siap berangkat menuju markasnya masing-masing.

Sambil melepaskan tembakan ke atas, mereka pun meneror penduduk sipil.

Akibatnya banyak toko & rumah yg baru buka langsung ditutup kembali.

Bandung pun berubah laiknya kota hantu.

Di perempatan Jalan Banceuy yg terletak di pusat kota, seorang prajurit TNI yg tengah mengendarai jip wilys dihentikan, disuruh turun lalu kepalanya ditembak.

Sekitar Jalan Braga, tepat di muka Apotheek Rathkam mereka pun menghabisi seorang perwira TNI dgn dua pengawalnya yg tengah mengendarai sedan.

Perlawanan sempat dilakukan TNI di di Jalan Merdeka selama 15 menit.

Karena kurang seimbangnya kekuatan & persenjataan, 10 orang TNI akhirnya gugur bergelimpangan.

Sementara di dekat Taman Sari, sekitar tiga prajurit TNI yg tertangkap diperintahkan untuk berdiri di atas jembatan & langsung ditembak mati.

Mayatnya hanyut di Sungai Cikapundung yg membelah Kota Bandung.

Baca Juga : Letnan Kebal Peluru dlm Serangan Umum 1 Maret | Solid Gold

Tidak cukup hanya menembaki TNI di jalanan, pasukan APRA pun bergerak menyerbu Kantor Kwartir Divisi Siliwangi Oude Hospitaalweg.

Satu regu stafdekking TNI terdiri dari 15 orang dipimpin Letkol (Overste ) Sutoko dikepung tentara APRA yg jumlahnya lebih banyak.

Tanpa mengenal rasa takut, unit kecil Pasukan Siliwangi itu menghadang laju gerak pasukan APRA yg sebagian besar diperkuat KST (Kopassus-nya Belanda) tersebut.

Ini mereka lakukan demi meloloskan para komandan mereka.

Letkol Sutoko, Letkol Abimanyu & seorang opsir lainnya memang dapat menyelamatkan diri.

Setelah menewaskan unit kecil itu, APRA menduduki markas menjarah brandkas sebesar F 150 ribu.

Perwira TNI lainnya yg gugur ialah Letkol Lembong & ajudannya Leo Kailola.

Mereka dihujani peluru ketika hendak masuk Markas Divisi Siliwangi yg ternyata sudah diduduki gerombolan APRA.

Akibat operasi militer yg dipimpin oleh seorang inspektur polisi Belanda bernama Van Der Meulen itu, 79 orang menjadi korban keganasan gerombolan ini.

Mereka terdiri dari 61 serdadu TNI & 18 sipil.

(Prz - Solid Gold)

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!